5 Cara Efektif Membuat Perencanaan dan Langkah Digital Marketing

Merencanakan langkah digital marketing menjadi hal pertama yang wajib dilakukan. Namun sebelum membuat perencanaan itu sendiri, ada beberapa hal lain yang harus Anda perhatikan. Bila Anda berpikir perencanaan strategi digital marketing merupakan langkah pertama dari campaign yang akan dilakukan untuk promosi brand, maka Anda salah. Sebelum perencanaan, terdapat sederet langkah lain yang harus dilakukan lebih dulu. Tentunya untuk menjamin perencanaan strategi digital marketing Anda nantinya tepat sasaran dan bisa mencapai goal yang diinginkan.

Di bawah ini kami memberikan 5 cara membuat perencanaan langkah digital marketing yang wajib dilakukan. Cara yang ada di bawah ini nantinya bukan hanya membantu Anda dalam proses pembuatan strategi marketing secara digital. Namun juga untuk mengukur kesuksesan rencana pemasaran, goal yang berhasil dicapai, hingga seberapa besar customer engagement yang berhasil didapatkan dalam satu batch masa promosi. Tentunya juga untuk mempersiapkan marketing tahap berikutnya nanti.

5 Cara Efektif Membuat Perencanaan dan Langkah Digital Marketing

langkah digital marketing

Ini saatnya berhenti panik tentang tahun depan atau bulan depan dan mulai menyusun rencana yang bisa mengemas hit yang kuat dalam marketing. Kami telah memilih 5 langkah terpenting yang harus diambil oleh pengambil keputusan untuk memastikan bahwa upaya pemasaran digital akan menciptakan dampak nyata pada goal yang ingin dicapai. Di bawah ini ya untuk 5 langkah digital maketing tersebut.

1. Tahu apa yang dimau (dan bagaimana membuatnya tetap realistik)

Sebelum memulai perencanan digital, hal yang harus dilakukan adalah tahu apa yang Anda mau. Untuk mengetahu apa yang dimau ini, lihat lagi visi dan misi perusahaan. Apa yang ingin dicapai oleh perusahaan secara keseluruhan, bukan hanya goal di tahun ini atau tahun depan. Melainkan kemana arah yang akan diambil oleh perusahaan. Nantinya rencana marketing dan apa yang diinginkan dari strategi pemasaran harus sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Misalnya, perusahaan bertujuan untuk menjadi online shop terbesar pertama di Indonesia untuk perkakas elektronik. Baik itu gadget, komputer, barang elektronik dan juga aksesorisnya. Maka rencana marketing pun harus seiring dengan misi tersebut setiap batch promosi. Perbedaan dari tujuan marketing dan misi perusahaan akan membuat perusahaan kehilangan arah. Begitu juga rencana marketing yang seperti berubah-ubah tidak karuan. Untuk menghindari ini, langkah pertama memang harus tahu apa yang dimau.

Satu lagi, mengetahui apa yang dimau dari strategi marketing berbeda dengan menjadikan kemauan tersebut tetap realistic. Karena itu, sederet elemen lain di perusahaan juga harus bekerja bersama-sama seiring dengan rencana marketing.

2. Analisa strategi sebelumnya

Sebelum Anda memulai dengan strategi dan rencana marketing baru, sebaiknya lihat lagi pencapaian dan kelangsungan promosi sebelumnya. Apakah promosi sebelumnya menggunakan strategi yang sama? atau malah taktik pemasaran yang sama sekali berbeda? Selain itu juga perhatikan apa yang dicapai, kekurangan, kelebihan, hingga hasil dari masing-masing langkah.

Sebuah survey menyebut bahwa hanya 16 persen perusahaan saja yang memiliki strategi marketing dan benar-benar melakukannya. Sedangkan 46 persen perusahaan justru tak memiliki strategi apapun untuk marketing mereka. Sisanya memiliki strategi marketing namun tidak melakukannya. Dari persentase tersebut, lihat lagi masa lalu apakah perusahaan Anda termasuk di tipe pertama, kedua, atau ketiga. Setelah itu baru lakukan analisa bagaimana kegiatan marketing perusahaan di masa lalu. Analisa kesuksesan strategi sebelumnya ini pun akan membantu menentukan arah perencanaan digital marketing kali ini.

3. Samakan “bahasa” dengan sasaran konsumen

Jadi, Anda sebelumnya sudah melihat pasar dan sasaran konsumen yang akan dituju. Berikutnya tinggal memastikan Anda dan konsumen berbicara bahasa yang sama. Ini berarti, bila Anda menyasar konsumen di kalangan profesional, maka bahasa dan materi konten yang digunakan pun wajib menyesuaikan. Sebaliknya pun bisa sasaran konsumen merupakan anak muda dan remaja, maka bahasa konten yang digunakan pun berbeda.

Untuk memahami konsep dari perbedaan bahasa untuk konten sesuai dengan sasaran pasar ini, bisa dilihat dari bagaimana Telkomsel dan XL memasarkan produk mereka. Produk atau promo dengan harga terjangkau yang sasarannya adalah para anak muda biasanya menggunakan konten dengan bahasa “gaul”. Sedangkan produk yang menyasar kalangan lebih tinggi, maka bahasa yang digunakan pun akan berbeda.

Ada tujuan tersendiri dari menyamakan bahasa antara konsumen dan konten. Salah satunya untuk membuat konsumen merasa dekat dengan produk dan juga perusahaan. Selain tentunya untuk menarik perhatian dari konsumen itu sendiri.

4. Perhatikan budget

Untuk pemasaran, budget juga memegang peranan penting. Dimana sebelum mulai membuat rencana promosi atau digital marketing, sebelumnya Anda wajib membuat budget terlebih dulu. Berapa banyak budget yang Anda miliki untuk mempromosikan sebuah produk. Serta berapa banyak yang Anda miliki untuk hal lain. Dana memegang peranan penting pada kelangsungan rencana marketing. Dimana dengan budget yang tinggi, Anda tentunya bisa membuat rencana marketing yang lebih baik. Begitu pun sebaliknya.

Meskipun belum tentu pula, budget yang besar menjamin rencana marketing bisa mencapai goal dan dana yang kecil justru akan gagal. Segalanya pada akhirnya kembali pada bagaimana perencanaan dan eksekusi marketing nantinya.

Beberapa pilihan rencana marketing dengan budget yang besar seperti konten interaktif, entah itu berupa tantangan dengan hadiah hingga mengadakan kuis. Walau, kedua bentuk marketing tersebut juga bisa dijalankan dengan dana yang kecil pula.

5. Buat perencanaan (dan jangan bergantung pada itu)

Apa maksudnya membuat perencanan namun tidak bergantung pada rencana itu sendiri? Ini berarti Anda bisa saja membuat sebuah rencana namun memiliki beberapa pilihan lain. Intinya memang tidak akan kaku pada perencanaan yang dibuat. Katakan saja seperti ini, Anda sudah membuat sebuah rencana marketing. Namun nanti pada kenyataannya akan ada beberapa perubahan pada rencana tersebut. Bila begini maka Anda seharusnya tak hanya akan bergantung pada satu rencana itu saja.

Penjelasan untuk poin kelima ini juga bisa diartikan dalam memiliki beberapa cadangan rencana berbeda untuk langkah digital marketing. Katakan saja, rencana A, B, hingga D. Namun ingat, pembuatan rencana pun harus dihubungkan dengan 4 poin yang sudah disebutkan lebih dulu dalam daftar di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *