5 Kesalahan Fatal dan Solusi Digital Marketing Dalam Pengembangan Bisnis

Seperti juga banyak hal lain dalam bisnis, Anda tak akan bisa sepenuhnya menghindari membuat kesalahan dalam pemasaran. Kesalahan dan kegagalan bahkan seakan menjadi bagian dari strategi marketing itu sendiri. Namun walau begitu, tentunya harus dipikirkan juga untuk solusi digital marketing. Terutama bila Anda masih dalam tahap pengembangan bisnis. Dimana pada tahapan ini, bisnis belum sepenuhnya berada dalam kondisi yang stabil. Meskipun sudah bisa diandalkan untuk “berdiri” sendiri. Jadi, kesalahan apa yang mungkin terjadi pada digital marketing di tahap ini dan bagaimana cara mengatasinya?

Di bawah ini, kami akan memberikan 5 kesalahan dan juga solusi digital marketing untuk tahapan pengembangan bisnis. Kesalahan yang akan kami beberkan dalam daftar di bawah ini mungkin sudah tak asing lagi. Bahkan mungkin Anda sedang berhadapan dengan kesalahan yang tanpa disadari dibuat pada saat pemasaran digital. Beberapa kesalahan bahkan terlihat begitu kecil, hingga Anda menyadari besarnya peranan dari “masalah” tersebut pada rencana digital marketing keseluruhan.

Untuk bisnis yang masih dalam tahap pengembangan, salah satu keuntungannya memang kesalahan dalam digital marketing masih mungkin dan mudah untuk diatasi. Tentunya dengan sederet solusi digital marketing yang juga akan kami berikan dalam daftar di bawah ini. Hal ini berbeda dengan bisnis yang sudah besar, dimana kesalahan sekecil apapun bisa memberikan pengaruh yang lebih dalam. Jadi, siap membongkat kesalahan dan juga solusi digital marketing?

5 Kesalahan Fatal dan Solusi Digital Marketing Dalam Pengembangan Bisnis

Solusi Digital Marketing

1. Tak memiliki goal

Tak adanya goal pada satu strategi atau rencana marketing merupakan satu kesalahan fatal yang harus dihindari. Ketika membuat perencanaan, Anda tak bisa berpaku pada go with the flow dan melihat bagaimana hasil akhir dari rencana. Harus ada goal, sasaran, dan pencapaian yang dikejar dalam satu periode promosi digital. Menjalankan sebuah strategi tanpa adanya goal seakan berlarian tanpa adanya tujuan yang pasti. Bisa dibayangkan bagaimana Anda akan hilang kendali nantinya?

Bila saat ini Anda sudah terlanjur menjalankan strategi marketing tanpa adanya goal, maka sebaiknya memang segera buat tujuan akhir yang ingin dicapai. Misalnya saja, traffic website meningkat 30 persen, atau jumlah follower dan engagement di media sosial meningkat. Goal seperti ini memastikan langkah marketing yang dilakukan tidak “kemana-mana”,

Di sisi lain, goal harusnya dibuat sebelum perencanaan strategi marketing. Jadi bahkan sebelum Anda membuat strategi, goal menjadi pusat perhatian lebih dulu. Baru dari goal ini Anda membentuk strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Solusi yang mudah, bukan?

2. Tak memperhatikan hasil analisa

Salah satu kunci dari digital marketing yang sukses bukan hanya tercapainya goal. Namun hasil analisa yang positif. Ini karena hasil analisa tersebut menjadi panduan untuk langkah strategi berikutnya. Jadi bukan hanya goal namun juga analisa seharusnya jadi perhatian. Lalu apa yang terjadi bila Anda justru acuh bahkan menganggap remeh analisa yang ada? Masalah besar, pastinya.

Hasil analisa menunjukan apa yang salah dan apa yang harus dibenagi dari strategi marketing saat ini. Analisa pula yang membawa Anda ke arah yang benar untuk mencapai goal serta untuk kelanjutan strategi kedepannya. Misalnya saat ini hasil analisa Anda menunjukan engagement yang lemah, namun Anda hiraukan hasil analisa tersebut. Pada akhirnya Anda tak akan tahu bahwa engagement media sosial lemah dan terus bertanya-tanya mengapa tak ada perkembangan pada goal dari strategi marketing.

3. Cepat berganti pada tren yang lebih baru

Tak ada salahnya untuk mengikuti tren pada digital marketing. Malah Anda diharapkan untuk selalu mengikuti tren di dunia pemasaran digital. Lalu apa salahnya dengan ini?

Salahnya adalah bila Anda sangat cepat berganti strategi pemasaran hanya karena tren. Hingga akhirnya, Anda seakan tidak memiliki tujuan pasti dan hanya melakukan apa yang sedang menjadi tren saja.

Saat Anda berniat mengganti strategi marketing berdasarkan tren, lihat lagi goal dan hasil analisa. Bila hasil analisa menunjukan Anda berada di langkah yang benar saat ini dan sudah nyaris mencapai goal, maka tahan dulu untuk berganti pada tren terbaru. Teruskan strategi apa yang sudah dibuat sebelumnya. Hingga di satu titik. Anda bisa memasukan tren terbaru sebagai bagian dari strategi promosi digital.

Sekali lagi, hubungan antara analisa dan goal memang sangat besar. Bahkan tidak terpisahkan. Jadi paling penting, hindari melakukan 3 kesalahan ini ya.

4. Salah target konsumen

Tak ada kesalahan yang lebih fatal selain salah target konsumen. Kesalahan in seharusnya menjadi kesalahan paling fatal namun yang paling bisa dihindari. Meski tak selalu begitu. Katakan saja seperti ini. Anda berjualan produk kosmetik import. Sasaran konsumen Anda tentu saja bukan remaja atau pun ibu-ibu, melainkan para pekerja dan wanita karir yang sukses. Mereka yang tak akan ragu mengeluarkan uang ratusan ribu untuk lipstik. Nah, strategi marketing Anda pun seharusnya menyasar target konsumen ini.

Kesalahan sasaran pada target konsumen memberikan pengaruh besar pada strategi digital marketing sekaligus mempengaruhi analisa dan goal nantinya.

Solusi bagi masalah ini, kenali produk dan jasa yang akan Anda promosikan. Kenali baik-baik baru kemudian buat sample konsumen yang akan menjadi target pasar. Mudahnya, bayangkan siapa yang nantinya paling mungkin menggunakan dan membeli produk yang Anda jual. Apakah mereka seorang ibu rumah tangga, seorang bapak untuk anak gadisnya, atau malah wanita karir.

5. Mengesampingkan peranan mobile

Kita hidup di era dimana semua hal berhubungan dengan smartphone. Dimana ponsel pintar ini memegang peranan besar dalam aktifitas sehari-hari. Jadi rasanya akan sangat salah bila Anda mengesampingkan peranan mobile pada strategi marketing. Solusi digital marketing untuk mobile ini ada beragam. Bisa dari mulai membuat aplikasi mobile untuk kemudahan interaksi dengan konsumen, atau bahkan membuat konten di website lebih mudah dan lebih nyaman diakses dari mobile.

Konsep yang mudah secara mobile ini pun wajib menjadi perhatian khusus. Terutama pada saat pembuatan konten. Untuk website misalnya, konten seharusnya bisa diakses dengan menu mobile mode, satu hal yang masih jarang dilakukan oleh situs dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *