5 Konsep Digital Marketing Sederhana dan Efektif Mendongkrak Penjualan

Ketika mendengar mengenai digital marketing, yang terbayangkan mungkin sederet hal rumit dan membingungkan. Entah itu campaign, analisa marketing, influencer, bump, dan banyak lain. Padahal, ada beberapa konsep digital marketing sederhana yang justru bisa membantu mendongkrak penjualan. Konsep sederhana dari digital marketing memang biasaya bekerja lebih baik untuk bidang jual beli. Perusahaan retail atau online shop misalnya, akan bergantung pada digital marketing dengan konsep sederhana ini dari pada sebaliknya.

Anda mungkin saat ini bertanya-tanya, konsep digital marketing seperti apa yang disebut sederhana dan paling bisa mendongkrak penjualan. Konsep sederhana untuk digital marketing biasanya hanya memiliki beberapa elemen saja. Misalnya, dari perusahaan, media marketing digital, serta bump atau sosok yang akan mendorong konten di media marketing tersebut. Konsep ini tentu saja berbeda dengan digital marketing lain yang lebih rumit.

Di bawah ini kami akan memberikan 5 konsep sederhana untuk digital marketing yang bisa Anda praktekkan dalam bisnis retail. Tentunya untuk bisa mendongkrak penjualan. Berikut ini 5 konsep tersebut.

5 Konsep Digital Marketing Sederhana dan Efektif Mendongkrak Penjualan

digital marketing sederhana

Konsep #1: Kenali produk yang dijual

Bagaimana mungkin menjual produk yang tidak Anda kenal dengan baik? Nyaris tidak masuk akal memang. Konsep pertama dalam marketing sederhana adalah kenali produk yang akan dijual. Anda bukan hanya tahu apa produk yang dipasarkan. Lebih dari itu, pastikan Anda kenal betul dengan produk ini. Apa kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan produk serupa dari brand lain. Selain itu juga fungsi, manfaat, cara kerja, hingga apa efek samping dari produk tersebut.

Informasi tersebut tak hanya menjadi sebuah pengetahuan saja. Namun menjadi sesuatu yang berkaitan dengan konsep marketing nantinya. Mengenali produk memastikan Anda memberikan informasi yang tepat pada konsumen. Selain itu juga memastikan Anda mendorong kelebihan produk sebagai bagian dari strategi marketing.

Disisi lain, pengenalan pada kekurangan produk dianggap tak kalah pentingnya dengan mengenali kelebihan dan manfaat produk. Mengenali apa yang menjadi nilai negatif dan juga kekurangan produk menjadikan Anda lebih aware dengan strategi marketing nantinya. Katakan saja seperti ini, produk yang Anda jual memiliki kekurangan tak akan bertahan lama bila digunakan di dalam air. Bahkan bisa menjadi rusak. Pada strategi marketing, mungkin Anda tidak menyebutkan kekurangan tersebut secara langsung. Namun pastinya menghindari segala bentuk strategi yang berhubungan dengan air.

Konsep #2: Kenali sasaran konsumen

Setelah Anda mengenali produk yang akan dipasarkan, berikutnya kenali sasaran konsumen untuk produk tersebut. Mengenali konsumen bukan hanya sekedar tahu untuk siapa produk tersebut. Melainkan juga detail dari konsumen. Mulai dari jenis kelamin, usia, demografi konsumen, kebiasaan, latar belakang, hingga pekerjaan atau pun profesi mereka. Mengenali konsumen dengan baik saja sudah bisa dikatakan Anda satu langkah lebih dekat menuju kesuksesan pemasaran tersebut sendiri.

Ada beberapa cara untuk bisa mengenali sasaran pasar. Pertama, membayangkan seperti apa sosok yang akan membeli produk Anda. Tentunya berdasarkan pemahaman produk yang dijual tadi. Selain itu, juga bisa memberikan kuisioner atau survey pada pasar di area yang paling mendekati.

Misalnya Anda hendak berjualan produk kosmetik. Berikan kuisioner pada wanita dengan usia antara 20 hingga 30 tahun mengenai kebiasaan penggunaan makeup mereka. Selain itu juga berapa pendapatan dan merk makeup yang mereka gunakan. Ya, untuk tahap ini bukan hanya digital marketing yang harus Anda kuasai, namun juga statistik.

Untuk konsep kedua ini, Anda pertama-tama harus sudah jelas mengenai konsep pertama. Anda sudah harus mengenali produk yang dijual sebelum bisa mengetahui mengenai sasaran konsumen. Setelah keduanya lengkap, baru Anda beralih pada konsep ketiga di bawah ini.

Konsep #3: Kaitan kebiasaan dan latar belakang konsumen dengan produk

Ada 2 hal yang paling mengaitkan antara konsumen dengan produk, yang nantinya akan membantu Anda dalam membuat strategi digital marketing. Pertama, latar belakang konsumen dan kedua adalah kebiasaan mereka.

Contohnya seperti ini. Produk yang akan Anda jual adalah perawatan kulit import dari Korea Selatan. Sasaran konsumen Anda tentu saja mulai dari remaja wanita hingga ibu muda berusia 30-an tahun. Latar belakang dari keduanya, mulai dari penggemar musik, drama dan kebudayaan Korea Selatan, beauty enthusiast. Hingga ibu muda yang tergoda dengan manfaat produk tersebut sendiri.

Dari latar belakang tersebut, baru Anda hubungkan dengan produk yang dijual. Apakah produk Anda digunakan oleh idol Korea Selatan, yang pastinya menyasar konsumen remaja dan penggemar musik Kpop atau pun drama. Atau malah produk Anda dikenal luas dengan manfaat nyata yang diberikan? Dari sini, hubungkan dengan kebiasaan konsumen dengan penggunaan produk perawatan kecantikan.

Tak sulit, bukan?

Konsep #4: Berikan image pada strategi marketing

Setelah mengetahui produk, sasaran konsumen dan keterikatan keduanya berikutnya adalah image untuk strategi marketing. Image ini sendiri akan berkaitan erat dengan konten seperti apa yang akan Anda hadirkan. Serta sosok influencer yang akan Anda gandeng. Bila Anda menggunakan media sosial, perhatikan konten seperti apa yang dibagikan.

Sebaliknya, bila Anda justru memilih postingan di blog atau website, maka perhatikan gaya bahasa yang akan cocok dengan sasaran konsumen. Image untuk strategi marketing ini memang menjadi satu hal yang paling riskan dan memerlukan perhatian lebih. Bahkan untuk digital marketing sederhana sekalipun.

Konsep #5: Format yang relevan

Tak ada strategi marketing yang akan sukses tanpa adanya format yang relevan. Format ini tentu saja sama dengan platform yang digunakan untuk pemasaran. Katakan saja, saat ini strategi digital marketing yang menggunakan format teks super panjang sudah tak lagi efektif.

Untuk mengetahui format yang relevan dan apa yang tidak, Anda harus perhatikan apa yang menjadi tren dan tidak. Katakan saja untuk tahun 2017 ini, tren marketing berkaitan dengan live video untuk meningkatkan engagement dengan konsumen.

Konsep sederhana digital marketing yang kami berikan di atas mencakup sederet hal lain. Beberapa mungkin tidak hanya mengenai strategi marketing saja. Namun itulah “seru” dan tantangan dari digital marketing. Anda dituntut untuk mempelajari banyak hal demi menghasilkan strategi terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *