5 Kunci Penting Pada Tren Digital Marketing 2017

Seperti juga banyak hal lain, kita dituntut untuk berhadapan dengan tren digital marketing yang akan terus berubah-ubah. Tahun ini misalnya, tren untuk digital marketing sudah berubah dan berkembang pesat dari pada sebelumnya. Perubahan yang tentu saja membawa sederet perbedaan (baik itu positif maupun negatif) pada dunia digital marketing secara luas.

Anda mungkin saat ini bertanya-tanya. pentingkah untuk mengikuti tren digital marketing ini? Jawabannya, tentu saja penting. Terutama bila Anda ingin memastikan marketing untuk bisnis ter-up to date dan tetap memenuhi kebutuhan konsumen. Tren yang berubah-ubah dalam dunia digital marketing menjanjikan satu hal: pandangan, gaya hidup, hingga cara beli konsumen yang berubah pula.

Katakan saja beberapa tahun lalu, campaign digital di Twitter dan media sosial dengan menggunakan kuis sempat menjadi tren. Bahkan banyak pengguna media sosial yang “termakan” dengan strategi marketing ini demi bisa memenangkan hadiah dari kuis. Saat itu, banyak perusahan yang mendapatkan keuntungan dari tren kuis tersebut. Saat ini? Tidak terlalu, karena tren kuis sebagai bagian dari marketing perlahan sudah mulai terganti.

Untuk tahun 2017 hingga 2018, paling tidak ada 5 tren berbeda untuk marketing. Di bawah ini, kami akan coba menggali lebih dalam untuk masing-masing tren yang bisa diimplementasikan di strategi marketing perusahaan. Di bawah ini 5 tren tersebut.

⇒ Baca juga :  Teknik Memaksimalkan Potensi 5 Tren Digital Marketing Indonesia

5 Kunci Penting Pada Tren Digital Marketing 2017

1. In-store marketing

Anda mungkin berpikir In-store tidak termasuk dalam strategi digital marketing. Sayangnya untuk satu ini, Anda keliru. Tahun ini digital marketing justru bersinergi dengan marketing langsung, terutama untuk bisnis retail. In-store merupakan salah satu bentuk hubungan yang erat antara dua kubu marketing “lain dunia” ini.

Contoh tren In-store marketing bisa dilihat dari strategi yang dijalankan oleh Target. Swalayan ternama dari Amerika Serikat ini menyediakan reward khusus bagi konsumen mereka yang belanja di toko. Reward tersebut, bisa didapat ketika konsumen menggunakan mobile software yang mereka miliki. Entah itu digunakan untuk mencari lokasi Target terdekat hingga mencocokan harga yang terlihat di mobile software dan toko langsung.

Beberapa perusahaan di Indonesia pun mulai melakukan strategi marketing ini. Salah satunya konsumen bisa memesan produk melalui mobile software dan diambil di toko offline. Kaitan yang erat antara in-store dan juga digital marketing mulai banyak digalakan oleh startup di Indonesi. Ojek online, merupakan salah satu bentuk sukses nyata dari digital marketing pada in-store.

Selain contoh di atas, kaitan antara in-store marketing dan juga digital marketing terlihat dari kemudahan pengguna dalam mengakses “dunia nyata” melalui online. Inilah salah satu yang paling menjadi titik berat in-store marketing.

2. Live Video

tren digital marketing

Bermunculannya platform untuk melakukan live video membuat mau tak mau tren ini pun muncul. Untuk tahun ini saja, 50 persen dari traffic media sosial berasal dari live video. Saat ini sudah ada sederet platform yang menyediakan fitur untuk live video, seperti YouTube, Facebook, Instagram, hingga Periscope yang bisa dihubungkan dengan Twitter.

Live Video sebagai bagian dari strategi marketing digital dianggap jauh lebih efektif karena konsumen merasa terhubung dengan brand tersebut. Konten untuk Live Video ini pun beragam, mulai dari review produk, rekomendasi, ajang tanya jawab dengan konsumen, hingga unboxing atau perkenalan produk baru.

Live video tak hanya efektif untuk pemasaran usaha retail saja. Perusahaan dari berbagai bidang juga bisa mendekatkan diri pada konsumen melalui marketing Live Video. Katakan saja, perusahaan otomotif yang memberikan tips serta trik perbaikan mobil di Live Video. Hingga pemanfaatan Live Video untuk konten promosi sepenuhnya. Ide lain dari marketing digital di Live Video juga bisa memberikan kuis secara langsung.

Pada akhirnya, tren teknik pemasaran digital ini bertujuan dan berlandasan mendekatkan diri dengan konsumen.

3. Konten dengan masa berlaku

Pernah bertanya-tanya mengapa banyak sekali brand yang memaksimalkan penggunaan Instagram Strories atau Snapchat Stories? Padahal seperti diketahui, konten digital keduanya akan hilang setelah 24 jam. Secara teori, kedua platform tersebut memang tidak efektif sebagai media digital marketing. Namun secara nyata, konten dengan masa berlaku hanya 24 jam tersebut justru menarik banyak sekali perhatian.

Konsumen terbukti lebih memperhatikan apa yang muncul di Stories dari pada postingan di-feed. Tanggapan untuk konten yang dipublikasikan “sementara” ini pun lebih tinggi.

Trik memaksimalkan tren “expiring content” untuk bisnis bisa dengan memanfaatkan Instagram Stories sebagai shoutout dan bump untuk sebuah konten. Jadi Anda bisa memasukan link postingan media sosial atau pun website ke Stories tersebut. Meski sifatnya singkat, dimana Stories hanya bertahan 24 jam saja namun lebih mudah diakses oleh pengguna. Terlebih, Stories baik itu di Instagram, Facebook, hingga di Snapchat diletakan di bagian atas. Mudah dilihat oleh pengguna media sosial.

4. Wearable mobile devices

Tahun 2018 mendatang dikabarkan akan menjadi puncak tren Wearable mobile devices. Terlihat dari semakin banyaknya perusahaan gadget yang merilis seri-seri terbaru Wearable gadget. Saat ini saja popularitas smart watch dan juga fitness tracker sudah melanda kota besar di seluruh dunia.

Hadirnya tren ini tentunya membuat perusahaan juga wajib menyesuaikan strategi marketing mereka. Salah satunya dengan memastikan software mobile atau aplikasi yang dimiliki bisa diakses melalui Wearable mobile devices nantinya.

5. Konten interaktif

Tren digital marketing terakhir yang wajib Anda antisipasi pada akhir hingga awal tahun 2018 mendatang, adalah konten interaktif. Ada banyak bentuk konten interaktif yang bisa dimasukan ke dalam strategi marketing tahun ini. Misalnya seperti challenge yang sudah mulai banyak dilakukan oleh beberapa brand. Selain itu juga dengan poll dan terakhir, kuis.

Ada beberapa keuntungan tersendiri dari menggunakan konten interaktif sebagai bagian dari strategi marketing. Salah satunya rasa keteritakan konsumen pada sebuah brand dan juga perusahaan. Ketertarikan ini lantas berjalan seiring dengan rasa kompetitif yang dirasakan oleh konsumen. Hingga saat ini, konten interaktif seperti ini diprediksi masih akan menjadi tren hingga beberapa tahun berikutnya. Tak hanya 2017 dan 2018 saja.

5 tren digital marketing pada tahun ini memang berfokus pada kedekatan konsumen. Membuat konsumen merasa terhubung secara langsung dengan perusahaan dan produk yang mereka pasarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *