5 Langkah-langkah Digital Marketing Strategi Untuk Bisnis Kecil Menengah

5 Langkah-langkah Digital Marketing Strategi Untuk Bisnis Kecil Menengah

Berbicara mengenai digital marketing strategi, kita memang tak akan bisa terlepas dari pembahasan mengenai apa itu digital marketing dan strategi seperti apa yang akan bekerja bagi bisnis. Ya, pada akhirnya, sebuah strategi di bidang digital marketing ini harus bisa bekerja untuk bisnis. Terutama bisnis kecil dan menengah, dengan asumsi bisnis besar sudah memiliki rencana marketing yang matang. Bagi bisnis kecil dan menengah, marketing, terutama digital marketing yang menjadi topik pembahasan kita kali ini merupakan alat bantukan pernafasan. Penyokong dari bisnis itu sendiri. Tak heran lagi bukan bila pada akhirnya, strategi marketing yang bekerjalah yang benar-benar dicari?

Digital marketing strategi adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai sebuah goal dengan menggunakan media serta platform digital. Mendengar mengenai strategi dan digital marketing dalam satu kalimat yang sama mungkin membuat Anda keder, dan membayangkan sederet langkah-langkah rumit untuk bisa membuat strategi tersebut “bekerja”. Ingat ya, “bekerja” dan bukannya sukses. Mengapa tidak akan menggunakan kata sukses dalam dunia marketing? Karena sukses dalam dunia marketing akan selalu berubah. Dengan goal yang terus berubah. Itulah mengapa, berpegang pada digital marketing yang bekerja sebenarnya lebih menguntungkan dari pada digital marketing yang sukses.

5 Langkah-langkah Digital Marketing Strategi Untuk Bisnis Kecil Menengah

Nah di bawah ini, kami memiliki 5 langkah strategis yang bisa dilakukan agar membuat sebuah digital marketing bekerja untuk bisnis kecil dan menengah.

1. Buat profile konsumen yang menjadi target

Digital Marketing Strategi

Langkah pertama dari digital marketing strategi sebenarnya mudah saja. Bayangkan seperti apa target dari digital marketing Anda kali ini. Konsumen seperti apa, usia, pekerjaan, demografis mereka, apa yang membuat mereka tertarik dan apa yang tidak akan menarik perhatian mereka. Katakan saja seperti ini. Bisnis yang Anda jalankan bergerak di bidang penjualan perlengkapan bayi dari usia 0 hingga 5 tahun. Ini berarti, target konsumen adalah calon atau ibu muda, dengan rentang usia antara 24 tahun hingga awal 30 tahun. Demografis mereka mungkin seorang ibu bekerja yang ingin barang-barang lucu untuk putra dan putri mereka. Namun juga proses penjualan dan pengiriman yang cepat dan mudah.

Sudah bisa membayangkan rencana digital marketing seperti apa untuk target konsumen ini?

2. Kenali goal dan tool yang dibutuhkan

strategi digital marketing

Masih dari target konsumen di poin pertama, goal digital marketing pada bulan ini mungkin meningkatkan penjualan melalui website. Selain penjualan di media sosial. Untuk itu, tool yang dibutuhkan bisa adanya pilihan untuk pembayaran dengan kartu kredit serta paypal. Hingga memberikan website tool untuk menambahkan member.

Mengenali apa goal Anda untuk satu strategi dan mendorong digital marketing strategi untuk mencapai goal tersebut merupakan langkah kedua. Tentunya, jangan ragu juga untuk menambahkan tools yang dibutuhkan.

3. Evaluasi kanal digital marketing yang dimiliki

strategi digital marketing

Untuk memudahkan proses ini, kanal digital marketing dibedakan menjadi tiga: kanal marketing yang menjadi milik perusahaan, paid media, dan earned media. Kanal marketing miliki perusahaan tentu saja media sosial, website yang Anda jalankan, LinkedIn, YouTube, dan lain sebagainya. Ini merupakan media yang kontennya sepenuhnya bisa Anda atur. Paid media, tentu saja media yang Anda bayar untuk membantu proses marketing.

Entah itu buzzer dan influenzer, digital ads, hingga campaign digital. Sedangkan earned media, merupakan apa yang didapat oleh bisnis dari media milik orang lain. Dengan gratis. Entah itu tagging foto dari pembeli, rekomendasi dari blogger untuk menggunakan produk Anda, hingga retrweet dan juga likes yang akan membantu proses marketing juga.

Evaluasi grafis dan angka dari ketiga media marketing dan lihat, mana yang lebih efektif dan mana yang tidak. Bila ada media yang kurang efektif, dorong pemaksimalan media tersebut pada goal berikutnya.

4. Rencanakan konten di media marketing

Digital Marketing Strategi

Ini tentu saja khusus untuk media marketing yang menjadi milik Anda. Setelah menentukan target konsumen, goal, dan media mana yang akan dimaksimalkan, berikutnya perencanaan konten. Dalam dunia digital marketing ada ungkapan bahwa content is king. Konten adalah raja. Apa yang menjadi konten di media marketing Anda tak hanya akan menentukan pencapaian goal, namun juga bagaimana pandangan konsumen hingga earned media yang diraih. Jadi, pastikan Anda membuat perencanaan matang untuk konten ini sendiri.

Perencanaan matang disini berarti isi konten, kampanye dan juga bump konten, kelemahan dan apa yang menjadikan konten ini gagal, sebaliknya juga apa yang menjadikan konten tersebut menarik perhatian. Lainnya, bisa dengan waktu konten dan bagaimana konten bisa mengikat konsumen itu sendiri. Tak akan terlalu susah bukan?

5. Lihat tanggapan dari konsumen

kepuasan strategi marketing

Digital marketing strategi bukan dilakukan satu arah. Bukan hanya dari perusahaan kepada konsumen. Namun juga sebaliknya, Konsumen memegang peranan penting pada strategi marketing ini. Tak hanya sebagai goal, namun juga pemberi masukan serta kritikan. Karena itu, pada poin ketiga, perhatikan earned media yang didapatkan dari satu batch strategi marketing. Apakah konsumen merasakan manfaat? Bertambahnya konsumen baru? Konsumen merasa puas dengan promosi atau bahkan cara penjualan kali ini? Atau malah sebaliknya?

Perhatikan pula, apa yang dituliskan konsumen pada review mereka. Baik itu di media sosial maupun di blog. Bila mayoritas konsumen justru merasa terganggu, maka berarti ini saatnya mengubah plan atau bahkan mendorong strategi marketing itu lagi.

Contohnya seperti ini. Salah satu bentuk digital marketing yang populer saat ini ialah iklan di website atau media sosial. Bahkan di video YouTube. Sering kali, konsumen justru mengaku kesal dengan video yang berulang-ulang hingga akhirnya memilih untuk melompati iklan tersebut. Bila begini, yang bisa dilakuan antara menghentikan iklan di video YouTube dan menggantinya ke bentuk lain, atau malah memperpanjang iklan namun ada pilihan untuk skip iklan setelah 5 detik. Tak terlalu buruk bukan?

5 digital marketing strategi tersebut di atas memang belum apa-apa. Mengingat masih ada banyak sekali bentuk strategi marketing yang bisa dilakukan oleh bisnis kecil dan menengah. Namun sepertinya, 5 langkah di atas cukup untuk membantu mulai membangun digital marketing bisnis Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *