5 Solusi Untuk Tantangan Video Marketing yang Paling Sering Terjadi

Anda rasanya setuju bahwa dunia marketing tidaklah penuh bunga dan matahari yang bersinar cerah. Malah sebaliknya, setiap hari ada saja tantangan video marketing yang harus Anda hadapi. Sering kali, tantangan yang cukup membuat Anda merasa putus asa dan ingin menyerah dengan sebuah rencana marketing. Sedangkan tantangan lain mungkin justru menjadi halangan terbesar bagi perkembangan strategi marketing Anda sendiri. Di bawah ini, kami akan memberikan solusi untuk mengatasi beberapa masalah dan tantangan yang kerap dihadapai saat memulai video marketing.

Untuk Anda yang baru pertama kali menggunakan konten video sebagai strategi marketing, pastinya ada banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Beberapa tantangan mungkin lebih sulit dari pada yang lain. Sedangkan yang lain mungkin menjadi tantangan yang sudah kerap kali Anda hadapi di banyak strategi dan langkah marketing. Bukankah begitu?

Tantangan video marketing memang tidak secara langsung menggagalkan promosi marketing Anda. Tidak juga menjadikan program promosi gagal sepenuhnya. Seperti yang mungkin sudah Anda tahu, nyaris tak ada istilah gagal dalam digital marketing. Bahkan kegagalan sekalipun menjadi satu langkah untuk meraih sukses. Di sisi lain, tantangan pada video marketing pun seharusnya bisa menjadi sebuah cara untuk meraih sukses berikutnya.

Berikut ini terdapat 5 solusi dari tantangan video marketing yang paling sering dialami. Daftar di bawah ini tentunya bukan semua tantangan yang ada dalam melakukan video marketing. Bahkn belum semua tantangan paling menantang.

tantangan video marketing

1. Script yang terlalu kaku

Untuk video marketing, Anda memerlukan script yang merupakan bagian dari konten. Apapun jenis video yang Anda buat, script memegang peranan besar untuk konten itu sendiri. Proses dalam pembuatan video untuk marketing bahkan dimulai dari script, hingga syuting dan editing. Nah, tantangan yang harus dihadapi untuk pembuatan script ini cukup sering sekali terjadi. Script video terasa begitu kaku ketika dibacakan atau dibawakan di video. Tak peduli sebagus apa talent yang digunakan, tetap saja script terdengar kaku. Mengapa begitu?

Tantangan dan masalah yang pertama ini kerap kali bukan karena talent yang kurang bagus. Atau malah karena sutradara dari video tersebut. Sebaliknya, seringnya masalah ini terjadi karena script itu sendiri. Satu hal yang perlu diingat ketika pembuatan script untuk video, naskah kerap kali akan berbeda dengan artikel. Sangat berbeda. Hasilnya pun akan sangat berbeda. Inilah mengapa sebaiknya Anda menyerahkan masalah pembuatan script ini pada mereka yang benar-benar ahli dalam membuat script video.

2. Mendapatkan video yang berkualitas bisa menghabiskan banyak waktu

Menciptakan dan menghasilkan kampanye pemasaran video tidak pernah cepat dan mudah. Misalnya, jika Anda ingin memiliki video pemasaran selesai dalam 10 hari (termasuk pengembangan konsep, skrip, papan cerita, pemotretan video, penjadwalan, pengeditan, pengeditan ulang), maka garis waktu itu akan terlalu ketat. Banyak perusahaan produksi video mungkin tidak memiliki sumber daya untuk menghasilkan video yang bagus dalam jadwal yang begitu ketat. Jika proyek dilewati maka kualitasnya akan menderita. Ini bukan yang Anda inginkan.

Solusi untuk tantangan ini cukup mudah. Berikan banyak waktu. Idealnya, rencanakan kampanye pemasaran video Anda bersama dengan keseluruhan strategi pemasaran Anda di awal tahun. Beri Anda dan tim Anda waktu yang cukup untuk merumuskan tujuan dan anggaran. Waktu yang cukup ini juga memastikan kualitas video marketing yang didapatkan nantinya.

Disisi lain, Anda pun seharusnya bertanya-tanya bila ada perusahaan yang mengaku bisa berkolaborasi menghasilkan video marketing dalam waktu singkat. Ingat, waktu singkat bukan menjadi jaminan kualitas dari video marketing yang dihasilkan. Seringnya malah perusahaan yang menjanjikan waktu singkat seperti ini justru memberikan hasil video yang sama sekali tidak memuaskan. Bukan sesuatu yang Anda inginkan sebagai bagian dari strategi marketing Anda, tentunya.

3. Sulitnya kerja sama dengan produser handal

Bermitra dengan produksi video merupakan langkah besar. Produser video berpengalaman telah mengerjakan puluhan jika tidak ratusan produksi, saya merekomendasikan agar tetap terbuka terhadap saran mereka karena mereka seharusnya terbuka terhadap gagasan Anda. Jika mereka menunjukkan sesuatu yang menurut mereka tidak akan terlihat atau terdengar benar – pertimbangkan hal itu. Jika Anda memiliki kecenderungan untuk memaksakan atau preskriptif maka ini akan mengikat videografer dan editor video. Ini bisa menghambat mereka menghasilkan karya terbaik mereka untuk organisasi Anda. Anda bisa berakhir dengan produksi video yang tidak Anda sukai.

Tantangan video marketing ini memang cukup riskan. Menghadapinya pun membutuhkan lebih banyak konpensasi dan pertimbangan. Kolaborasi sangat penting dan ini termasuk penyedia produksi video Anda. Pertimbangan gagasan dan konsep yang seimbang akan memastikan bahwa pengalaman produksi video Anda positif. Hasilnya akan menjadi video marketing yang bisa Anda banggakan.

4. Aktor, animasi, proses editing

Tantangan berikutnya? merupakan bagian esensial dari video marketing itu sendiri. Visi animasi 3D yang canggih, aktor, dan lokasi eksotis untuk produksi video yang menghancurkan bumi sering disajikan selama tahap pengembangan konsep awal. Apa pun bisa dilakukan di lingkungan pembuatan film saat ini, namun beberapa penglihatan mungkin berambisi untuk terjangkau. Visual dan efek yang menakjubkan dapat dicapai dalam rentang harga yang terjangkau. Jika cerita Anda memiliki skrip yang menawan dan visual berkualitas terbaik untuk rentang anggaran Anda maka video pemasaran Anda akan sukses. Kenali audiens utama Anda dengan baik dan mengatasi masalah yang mungkin dimiliki pembeli Anda.

5. Konten video marketing tidak menarik penonton

Tantangan video marketing ini merupakan tantangan paling besar dan juga paling sering harus dihadapi. Video yang sudah dibuat dengan susah payah entah bagaimana tidak menarik perhatian penonton. Apa yang salah? Ada banyak kesalahan untuk permasalahan satu ini. Bisa karena Anda kurang menekan SEO pada video tersebut, tak adanya elemen lain untuk meningkatkan traffic, hingga materi konten yang memang dirasa kurang bisa mengena untuk penonton.

Mendapatkan konten yang mengena dan mampu mengikat penonton memang tidak mudah. Pastikan sekali lagi, konten video Anda memiliki cerita yang akan bisa menarik perhatikan dan juga emosi dari penonton. Bila begini, dijamin tak ada lagi tantangan mengenai “video tidak menarik.” dan yang lebih menarik lagi ada cara simpel dan unik dalam membuat konten video, Anda bisa membaca infonya disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *